Minggu, 08 April 2012

Kekayaan laut meningkatkan devisa Negara

Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor, Rokhmin Dahuri mengatakan perlu ada terobosan dalam menggali sumber penerimaan negara. Salah satunya dengan mengeksplorasi sektor kelautan dan perikanan. Menurut Rokhmin Dahuri, negeri ini sangat kaya akan potensi di sektor tersebut.

Rokhmin sangat yakin sektor kelautan dan perikatan dapat menjadi sumber baru pendapatan negara, karena 45 persen total barang dan komoditas yang diperdagangkan di dunia dikapalkan melalui laut Indonesia.

"Secara keseluruhan nilainya mencapai USD 1.500 triliun per tahunnya," kata Rokhimin saat Rapat Dengar Pendapat Umum dengan Badan Anggaran DPR, di Jakarta, Rabu (14/12).

Dijelaskan, perlu ada pemahaman yang tepat soal ekonomi kelautan. Menurutnya, domain ekonomi kelautan adalah kegiatan ekonomi yang berlangsung di wilayah pesisir dan laut. Bukan hanya soal perikanan tangkap, melainkan juga perikanan budidaya, industri pengelolaan hasil ikan, industri bioteknologi, pariwisata bahari, pertambangan dan energi, perhubungan laut, serta industri dan jasa maritim.

"Sementara ini  penanganan ekonomi kelautan belum maksimal," kata Rokhimin.

Data tahun 2010, yang disampaikannya menunjukkan, sumbangan Produk Domestik Bruto baru 3,1 persen, Penerimaan Negara Bukan Pajak Rp126 miliar, nilai ekspor mencapai Rp2,8 miliar dan penyerapan tenaga kerja sebanyak 6,5 juta orang.

Dia menjelaskan, kalau situasi distribusi ekonomi masih seperti sekarang ini, susah bagi Indonesia untuk maju. Menurutnya, 60 persen ekonomi  disumbangkan Jawa yang luasnya hanya 6,5 persen dari total luas Indonesia. Sedangkan dua pertiga sisanya oleh Sumatera. "Daerah lain bagaimana, ini terjadi inefisensi. Sementara di luar Jawa sumber dayanya banyak dicuri asing," kata dia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar